Lelah.
Cuma itu alasannya.
Aku tidak tau bagaimana harus menjelaskan nya.
Menjadi lebih sensi dengan hal sekecil apapun, membuat hati, fikiran dan fisik kian melemah.
Tangan dan kaki yang seketika sejuk menjadi kaku dan terasa benar2 menyakitkan. Dengan isi kepala yang terus menerus mengutuk diri.
Ia, aku sadar cukup sadar.
Bahwa aku tengah berada dititik paling rendah secara emosional.
Aku ingin berlari menjauh dari segala hal. Mengurung dan mengunci diriku. Tidak ingin seorangpun melihat, mencari, atau sekedar melirik.
Tidak. Aku butuh. Aku butuh seseorang untuk mengerti. Seseorang yang ikhlas memeluk dan meyakinkan "aku bersamamu". Tapi aku sadar, seseorang yang terus berkubang dengan Anxiety Disorder sangat sulit dimengerti oleh mereka yang "waras".
Ini berat. Aku mulai menunjukkan luapan emosi yang kata mereka "mengalahi" letusan krakatau. Dan kali berikutnya aku bisa mencapai dasar bumi paling rendah. Seakan2 kematian adalah ekspektasi yang wajib aku dapati. Aku ingin seseorang membunuhku, jika tidak maka bantulah aku.
Secangkir Hujan, 04 Juni 2022