Gerimis ini
Tak pernah manis
Gerimis ini
Semakin sadis
Gerimis ini
Masih menyisakan tangis
Gerimis ini
Takkan pernah habis
Gerimis ini
Membuat hati kian teriris
Dan Gerimis ini
Yang membuatku bengis
Tak pernah manis
Gerimis ini
Semakin sadis
Gerimis ini
Masih menyisakan tangis
Gerimis ini
Takkan pernah habis
Gerimis ini
Membuat hati kian teriris
Dan Gerimis ini
Yang membuatku bengis
Secangkir Hujan, 16 Januari 2008
Sang gerimis. senior, murid pindahan. Sosok awut-awutan dengan seragam sekolah khas anak-anak genk. Baju dalaman hitam dengan topi kerennya. Wajahnya bulat putih, cukup tanpan menurutku waktu itu. Tapi sayang, satu tim dengan senior-senior sangar. sering bermasalah dengan guru-guru, tapi lebih pendiam dan cuek ketimbang teman segenknya yang ganas dan doyan menganggu anak perempuan. Dan ya, ada yang beda dari rautnya. itu sering membuat ku penasaran. pembawaannya dingin, tapi tiap berpas-pasan selalu sopan dengan ku. Ada beberapa moment yang membuatku mengkhawatirkannya. Sampai akhirnya dia menghilang. entah kemana. Dan itu cukup membuatku kesal. why? entah. Semoga one day bisa berjumpa.
No comments:
Post a Comment