Makalah Psikologi

A.   Pengertian Psikologi
Secara etimologis, psikologi diambil dari bahasa Yunani Psyche yang berarti jiwa (soul, mind) dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Dengan demikian, psikologi berarti ilmu tentang kejiwaan. Namun kata “jiwa” bukanlah kata yang mudah untuk dipahami secara gamblang, sebab jiwa memiliki makna yang beragam dan masih sangat kabur. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering kali mempertanyakan “apa itu jiwa?”, namun tidak seorang pun yang dapat menjelaskan makna jiwa dengan sangat tepat.

Hal ini dapat dimengerti karena kata “jiwa” sendiri memiliki padanan arti yang beragam. Menurut Aqqad (dalam Rahman:2), dalam tradisi pemikiran Yunani jiwa ditempatkan sebagai mata rantai ketiga dari unsur psikis manusia setelah akal dan ruh.

Menurut Rahman (2009), berikut merupakan beberapa pengertian psikologis yang dikemukakan oleh para ahli, antara lain:
1.   Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir (Plato dan Aristoteles).
2.   Psikologi biasanya didefenisikan sebagai studi ilmiah mengenai prilaku. Lingkupnya mencakup berbagai proses prilaku yang dapat diamati, seperti gerak tangan, cara berbicara, dan perubahan kejiwaan dan proses yang hanya dapatdiartikan sebagai pikiran dan mimpi (Clark dan Miller, 1970).
3.   Bagi aliran Behaviorisme psikologi merupakan bagian dari ilmu alam yang menekankan perilaku manusia-perbuatan dan ucapannya baik yang dipelajari maupun yang tidak-sebagai pokok masalah (Wattson, 1919).
4.   Ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan (Morgan, C.T King)

B.   Sejarah Psikologi
Psikologi telah dikenal sejak zaman Aristoteles sebagai ilmu jiwa, yaitu ilmu untuk kekuatan hidup. Aristoteles memandang ilmu jiwa sebagai ilmu yang mempelajari gejala - gejala kehidupan. Jiwa adalah unsur kehidupan , karena itu tiap - tiap makhluk hidup mempunyai jiwa. Dapat dikatakan bahwa sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa, dan mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika.
Sejarah perkembangan psikologi dimulai saat psikologi masih bersatu dan menjadi bagian dari Filsafat. Banyak para ahli menulis bahwa sejarah perkembangan Psikologi dimulai dengan munculnya pandangan tentang  jiwa dan manusia dari trio filosof besar zaman Yunani Kuno, yaitu Socrates, Plato, dan Aristoleles. Namun Benjafiled (1996) dalam bukunya A History of  Psychology menulis bahwa sejarah Psikologi dimulai saat munculnya teori tentang jiwa yang ditinjau berdasarkan pandangan matematis oleh Pythagoras (572 – 497 SM).
Psikologi terus mengalami perkembangan hingga pada tahun 1879, Psikologi baru diakui menjadi cabang ilmu independen setelah didirikannya laboratorium psikologi oleh Wilhwem Wundt. Hal ini memberi pengaruh yang besar bagi perkembangan psikologi selanjutnya. Para sarjana psikologi mulai menyelidiki gejala-gejala kejiwaan secara sistematis dan objektif. Metode-metode baru ditemukan untuk mengadakan pembuktian-pembuktian yang nyata dalam psikologi sehingga dapat disusun teori-teori psikologi yang lepas dari ilmu induknya. Sejak saat itu jumlah sarjana meningkat sehingga menambah pula keragaman pola berfikir, dari sinilah ilmu psikologi mulai bercabang kedalam beberapa aliran (Rahman : 9).

Suryabrata (dalam Rahman : 9) mengklasifikasikan aliran-aliran tersebut atas dasar jalan yang ditempuh atau metode yang digunakan dalam menyusun suatu teori psikologi, maka menurut psikolog dapat dikategorikan ke dalam dua macam, yaitu :
1.   Psikolog Spekulatif, yaitu psikolog yang menyusun teori-teorinya atas dasar pemikiran spekulatif
2.   Psikolog Empiris atau eksperimental, yaitu psikolog yang menyusun teori-teorinya atas dasar data-data dari hasil penyelidikan atau eksperimen.

Berikut ini merupakan contoh aliran yang terdapat dalam ilmu psikologi :
1.   Aliran Psikoanalisis
Aliran Psikodinamika (1896) yang berarti “jiwa yang aktif”, dipelopori oleh Sigmund Freud (1856-1939). Aliran ini pada pelaksanaannya sering menerapkan teori psikoanalisis sehingga kemudian banyak orang menyebutnya sebagai aliran Psikoanalisis. Istilah ini menggambarkan berbagai teori dan teknik yang digunakan untuk mencari dan menyembuhkan masalah mental manusia.

2.    Aliran Behaviorisme
Aliran Behaviorisme berakar dari pemikiran filosofis tentang asosiasinisme yang mempelajari cara pikiran saling berhubungan dan mencoba untuk menemukan “hukum” yang menggambarkan dan menjelaskan tingkah laku (Benson & Grove, 2001 : 60). Pokok ajaran behaviorisme adalah mengenai tingkah laku tanpa mengkaitkannya dengan konsep kesadaran atau mentalitas.

3.    Aliran Humanistik
Aliran ini mengkaji masalah kesehatan mental, dengan segala atribut positifnya, seperti kebahagiaan, kesenangan, kegembiraan, kebaikan, kasih sayang, berbagi dan kedermawanan. Aliran ini dikembangkan oleh Abraham Maslow (1908-1970) yang sangat terkenal dengan teori aktualisasi diri dan hierarki kebutuhan ; dan Carl Rogers (1902-1987) yang banyak membahas mengenai kepribadian yang sehat.

C.   Para Tokoh
1.   Sigmund Freud (1856-1939)
Freud adalah seorang Jerman keturunan Yahudi yang dilahirkan pada tanggal 6 Mei 1856 di Frelberg, Austria. Pada usia 4 tahun Freud beserta keluarganya pindah ke Vienna, ibu kota Austria, dimana ia menghabiskan sebagian besar masa hidupnya. Meskipun keluarganya adalah Yahudi namun Sigmund adalah seorang Atheis. Semasa muda ia adalah anak kesayangan ibunya. Freud dikenal sebagai anak yang jenius menguasai 8 bahasa dan menyelesaikan sekolah kedokteran pada usia 30 tahun. Setelah lulus ia memutuskan untuk membuka praktek di bidang neurologi.

Pada tahun 1900, Freud menerbitkan buku-buku yang menjadi tonggak lahirnya aliran psikologi psikoanalis. Buku tersebut berjudul interpretation of dream (tafsir mimpi) yang masih dikenal hingga saat ini. Dalam buku ini Freud memperkenalkan konsep “unconscious mind” ( alam bawah sadar). Selama periode 1901-1905 Sigmund Freud menerbitkan beberapa buku, tiga diantaranya adalah The Psychopathologi of Everyday Life (1901), Three Essay on Sexuality (1905), dan Jokes and Their Relation to The Unconscious (1905).

Pada tahun 1902 nama Freud mulai mendunia, Freud diangkat sebagai profesor di Universty of Vienna. Pada tahun 1905 ia mengejutkan dunia dengan Teori Perkembangan Psikoseksual ( Theory of Psychosexual Development) yang mengatakan bahwa seksualitas adalah faktor utama yang mendorong untuk melakukan sesuatu dan bahwa pada masa balita pun anak-anak mengalami ketertarikan dan kebutuhan seksual.

Beberapa komponen teori Freud yang terkenal adalah sebagai berikut :
a.    The oedipal complex, yaitu dimana anak mulai tertarik pada ibunya dan mencoba mengidentifikasi diri seperti sang ayah demi mendapatkan perhatian dari ibunya.
b.   Konsep id, Ego, dan Super Ego
c.    Mekanisme pertahanan diri (Ego Defense Mechanisms)

Istilah psikoanalisis yang dipaparkan Freud sebetulnya mempunyai beberapa makna diantaranya, yakni :
a.   Sebagai sebuah teori kepribadian dan psikopatologi
b.   Sebuah metode terapi untuk gangguan-gangguan kepribadian
c. Suatu teknik untuk menginvestigasi pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan individu yang tidak didasari oleh individu itu sendiri.

Sejak the psycholoanalytic Sociaty (perhimpunan Masyarakat Psikoanalisis) didirikan pada tahun 1906, muncul beberapa ahli psikologi seperti Carl Gustav Jung. Pada tahun 1909, Freud mulai dikenal di seluruh dunia ketika ia melakukan perjalan ke Amerika untuk menyelenggarakan Konferensi Internasional pertama kalinya.

Freud dikenal sebagai seorang perokok berat yang akhirnya menyebabkan dia terkena kanker pada tahun 1923 dan memaksanya untuk melakukan lebih dari 30 kali operasi selama kurang lebih 16 tahun. Pada tahun 1933, partai Nazi di Jerman melakukan pembakaran terhadap buku-buku yang ditulis Freud. Ketika Jerman menginvansi Austria tahun 1938, Freud terpaksa melarikan diri ke Inggris dan akhirnya meninggal disana setahun kemudian. Ia wafat pada tanggal 23 September 1939 di London, Inggris.

2.   Carl Gustav Jung (1875-1961)
Carl Gustav Jung dilahirkan pada tanggal 26 juli 1875 di Kesswyl (Switzerland). Dimasa kanak-kanak Jung sudah sangat terkesan dengan mimpi, visi, supernatural, dan fantasi. Ia meyakinkan bahwa dirinya memiliki informasi rahasia tentang masa depan dan fantasi, bahwa dirinya merupakan dua orang yang berbeda.

Jung menjadi asisten dokter pada klinik psikitari di Burgholzli pada Universitas di Zurich di bawah Eugen Bleuler tahun 1900. Tahun 1902 dia memperoleh gelar dokter dengan desertasinya “Zur Psychologie und Phatalogy of So-Called Occult Phanomane” (On the Psychology and Pathalogy of So Called Occult Phenomena). Dalam desertasi ini, dia mengemukakan salah satu dari konsep dasarnya, yakni keutuhan fundamental dari psike yang merupakan dasar dari semua gejala psikis. Sementara mengobservasi keadaan kesurupan seorang anak muda, Jung yakin bahwa ia dapat melihat usaha-usaha dari satu kepribadian yang lebih lengkap, dan masih tersembunyi dalam alam ketaksadaran untuk masuk ke dalam alam kesadaran.

C. G. Jung mengawali kariernya di Paris, pada tahun 1902, dengan menghadiri kuliah pertama kalinya dari Pierre Janet, kemudian ia melanjutkan pejalananya ke London. Pada tahun 1903, Jung kemudian menikah dengan Emma Rauschenbach, yang merupakan kawan sekaligus pendampingnya dalam bidang ilmu.

Teori kompleks yang isinya mengenai sekelompok psikis, atau psikis emosional (feeling-toned) yang ditekan, merupakan hasil penyelidikan eksperimental pertama yang dipimpinya dalam kerja sama dengan Franz Rikin dan ilmuwan lainya pada tahun 1904, dengan judul “Diagnostische Assoziationsstudien.” Karya ini menjadikanya populer dan sebagai jembatan bertemunya dengan Sigmund Freud tahun 1907 dalam tulisanya mengenai interpretasi mimpi, Jung mendapat konfirmasi (pengesahan) atas penyelidikanya sendiri Bahkan Freud akhirnya menyadari bahwa Jung adalah putra mahkota psikoanalisis dan pewaris tahtanya.
Akan tetapi Carl Gustav Jung tidak sepenuhnya mematok dan berpegang pada teori Freud. Hubungan mereka merenggang pada tahun 1909, sewaktu keduanya pergi ke Amerika. Dalam sebuah pertemuan, keduanya berdebat panjang tentang mimpi masing-masing, dan Freud mulai membantah analisis Jung dengan cara yang menurut Jung tidak elegan.

Sesudah memberi kuliah di Amerika Serikat bersama dengan Freud, tahun 1911 Jung menghentikan kariernya sebagai penerbit dari majalah Jahrbuch fur psychologische Forscchungen yang telah didirikan oleh Bleuler dan Freud. Jung juga berhenti sebagai ketua National Psychoanalytic Society. Jung menjelaskan pandangan-pandangan baru yang berbeda dari pandangan Freud dalam buku-bukunya yang mungkin paling terkenal dari semua buku Jung yaitu Symbol nd Wandlungen der libido, kemudian diterbitkan lagi dengan judul simbol and wandlung (simbol and transformation).

Semakin lama Carl Gustav Jung semakin tertarik untuk mendalami simbol-simbol mitologis dan simbol-simbol relegious. Pada awal pecah perang dunia I, mulailah sebuah peristiwa intro speksi yang tergabung dengan penyelidikan empiris, suatu periode kosong yang berakhir sampai diterbitkanya Psychologcal Types tahun 1921. Dari karyanya ini, Jung membedakan posisinya dari Freud dan meletakan dasar psikologi analitis.

Pada tahun 1948, Institut C. G. Jung didirikan di Zurich untuk meneruskan ajaranya dan sebagai pusat latihan dan analis. Karyanya dilanjutkan di Inggris oleh “Society of Analytical Psychology” (perkumpulan Psikologi Analitis), dan di beberapa perkumpulan lain di New York, Sanfrancisco, Los Engeles dan beberapa negara Eropa.

Perang dunia pertama adalah masa menyakitkan bagi Jung. Akan tetapi masa ini merupakan batu loncatan baginya untuk melahirkan teori- teori kepribadian yang tiada duanya di dunia. Setelah perang berakhir, Jung melakukan perjalanan keberbagai negara, misalnya, ke suku-suku primitif di Amerika, Amerika dan India. Dia pensiun pada tahun 1946 dan mulai menarik diri dari kehidupan umum setelah istrinya meninggal pada tahun 1955. C.G. Jung meninggal pada tanggal 6 Juni 1961 di Zurich.

Semasa hidup Jung telah menghasilkan berbagai macam karya ilmiah dalam penelitian psikologinya, ada sekitar dua ratusan karya Jung, baik yang dipublikasikan atau belum dipublikasikan. Adapun judul karya-karya Jung antara lain :
1.   Symbol Of Transformation,
2.   Psychiatric studies,
3.   Eksperimental Researches (penelitian-penelitian eksperimental),
4.   Psychogenesis and Mental Desease,
5.   Psychological Types,
6.   Two Essay on Analytical Psychology,
7.   The Structure And Dinamics of the Psyche,
8.   The Archetypes and the Collective Uncouncious and Aion( two Part),
9.   Civilization in transition,
10.                Psycology anad Relegion, West and East,
11.                Psychology and Alchemy,
12.                Alchemical Studies,
13.                Mysterium Conjuntions,
14.                The Spirit in Man,
15.                Art and Literature,
16.                The Practice of Psychoterapy,
17.                The Development of personality.
18.                On the Psychology and Pathology of So-Called Occult Phenomena (1902),
19.                On Histirical Mirceding (1904),
20.                Cryptomnesia (1903),
21.                On Manic Mood Disorder (1903),
22.                A Case of Hystorical stupor in a Prisoner in Detention (1902),
23.                 On Simulated Insanity (1903),
24.                A third and Final Opinion on Two Contradictory Psychiatric Diagnosis (1906).

Di samping karya- karya seperti yang tersebut, Beberapa volume tambahan memuat tulisan-tulisan dari hasil seminar ekstensif dari Jung. Di antara karya yang di publishir hasil kerjasama dengan orang lain :
a.    ahli kebudayaan cina (cinologist) Richard Wilhem, The Secret of the Golde Flower;
b.   ahli Fisika Wolfgang Pauli, Interpretation of Nature and Psyche.

Analisis Karya
Dr. Sigmund Freud merupakan seorang ahli dalam ilmu psikologi yang memiliki pemikiran yang brilian. Ia telah banyak menuai berbagai macam tanggapan, mulai dari pujian dan kekaguman hingga kritik dan celaan dari berbagai kalangan. Salah satu karya mahadasyatnya adalah buku berjudulThe Interpretation of Dream” atau Tafsir Mimpi yang terbit pada Desember 1900.
Buku ini memuat lusinan analisa mimpi untuk mengungkap makna tersembunyi dari dunia bawah sadar dengan istilah yang ia sebut sebagai “Jalan Megah Menuju Ketidaksadaran”. Buku Interpretasi Mimpi ini menawarkan kepada pembaca untuk menyelami dan mengetahui sisi pribadi manusia yang paling dalam dan rahasia.

Dalam bukunya ini Freud percaya bahwa ada sisi gelap dalam diri manusia yang menyimpan ketakutan terlarang, dorongan, nafsu, amarah dan insting yang tersembunyi. Bagi Freud, di dunia mimpi manusia bebas berkelana dan berpetualang tanpa peduli akan norma atau larangan dari masyarakat sebagaimana ketika manusia dalam keadaan sadar.

Selain itu menurutnya, struktur kepribadian manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu id, ego dan super ego. Maksud dari konsep Id dalam pemahaman lebih lanjut dapat mempengaruhi akan pemikiran kita untuk melakukan sesuatu dimana ketika kebutuhan akan sesuatu tersebut tidak terkabul maka akan terjadi suatu ketegangan pada saraf-saraf motoris. Sedangkan ego adalah jalan tengah dari id dan super ego. Super ego itu sendiri  merujuk kepada hukum moral. Super ego memiliki peranan dalam penentuan mana yang baik dan buruk, yang berpahala dan berdosa. Jadi, prinsip ketiga dari personalitas ini memliki peranan penting sebagai petunjuk dan perujuk manusia untuk menentukan segala hal yang berkaitan dengan tindak-tanduk moral manusia. Moral disini tercakup dalam berbagai kesepakatan universal, norma-norma, aturan adat, hukum, agama dan segala hal yang berkaitan dengannya

Tokoh selanjutnya adalah Carl Gustav Jung. Pertemanan jung dengan Freud mengalami keretakan, sehingga jung memantapkan diri akan perbedaan pandanga aliran sendiri yang di beri nama psikologi analitis atau psikologi komplek. Jung merupakan penulis yang sangat produktif. Tulisannya banyak dan bidang orientasinya luas, sedang pendapatnya selalu berkembang. Oleh karena itu teori jung sebagai kesatuan sukar untuk di pahami. Bila di seerhanakan teori dapat di mengerti dalam rangka struktur, dinamika, serta perkembangan kepribadian (psyche)

Struktur psyche atau kepribadian merupakan totalitas segala psyche baik yang di sadari maupun yang tidak di sadari. Berbeda dengan freud jung menegaskan bahwa kebanyakan porsi alam bawah sadar tidak lah hanya bermuara dari pengalaman-pengalam pribadi individual namun dari eksitensi manusia yang jauh di masa lalu. konsep ini di sebut sebagai alam bawah sadar kolektif.

DAFTAR PUSTAKA
Dennis, Fitryan G.2011.Bekerja Sebagai Psikolog.Jakarta : Erlangga.
http://www. Zara Aniza .psydu.com/sejarahpsikologidanperkembngannya.

Rahman, Abdul Shaleh.2009.Psikologi Suatu Pengantar dalam Perspektif Islam.Yogyakarta : Kencana Prenada Media Group.

No comments:

Entri yang Diunggulkan

Trio Pluviophile

Mungkin hujan mampu mengkamuflasekan air matamu, tapi hujan tidak akan pernah mengkamuflasekan tawa diwajahmu._Una JF. Mendung men...