Diluar jangkauan

Perempuan itu berjalan cepat, mengimbangi gadis kecil didepannya. Beberapa hari membunuh penat dengan kebahagian kecil yang direngek rengekkan gadis kecil itu. Penat Langkah, kaki mulai bergetar hebat, namun ia tahan. Setidaknya dia juga dapat imbas dari kebahagian itu.

Sedikit lagi, setidaknya didepan ada kios yang akan meredakan haus begitu pikirnya. Tapi nihil, terlalu pagi untuk mengharapkan sebotol air dari kios dipinggiran. Rasanya ingin berhenti sejenak, tapi urung. 

Dia, perempuan itu melihatnya. Dengan cepat rindu merayap, ingin menyapa, dengan dalih apa saja terserah, pikirnya. Tapi urung, ia kembali mengajak gadis kecil itu berlari. Mari kita berteduh di gubuk ditengah sawah itu.


Kepada sebuah temu yang tak mungkin. Menatapmu memperparah ekspektasi.


Secangkir Hujan, 2022

Menunggu


“Kamu tau artinya menunggu?” tatap sepasang mata sayu dibalik cermin buram itu.  Berulang kali ditengah malam dengan tanya yang berujung diam, kelelahan dengan rindu yang bertahun-tahun dipendam.

Yang aku tau aku seperti berada diruang gelap dengan kaki dan tangan terlilit rantai besi, mulut terkunci dengan fikiran yang saling beradu isak, menahan rindu dengan harapan yang aku tau itu “semu”, kataku suatu Ketika.

Aku selalu tau, aku hanya “bayangan” yang akan lenyap ketika pagi datang. Lantas aku tidak punya hak mencaci mentari.

Aku hanya rasa yang terpinggirkan untuk rasa yang lebih menyinarinya.

Entahlah, aku hanya bisa melihatnya dari jauh sembari menikmati secangkir hujan dibawah langit mendung, berkamuflase dengan derasnya dan menampungnya kedalam cangkir kerinduan. 

Lantas, bagaimana denganmu?

Ya, Kau dan aku sama

Maka mari kita bunuh rindu ini sampai ia tau, bahwa kau dan aku, perempuan di dalam cermin ini pernah menunggu untuk memilikinya seutuhnya.

Secangkir Hujan, 2021 

Langit

Langit itu begitu kuat

Menggigil ku melihat

        Begitu dekat

        Kutatap lekat lekat

Ternyata langit itu bersekat

Sekat yang yang begitu pekat


          Ah, Langit itu begitu hebat


Tanpa kata aku membatu

Tuhan, rasanya aku membeku


          Ah, Aku harus segera beranjak


Secangkir Hujan, 2021

Entri yang Diunggulkan

Trio Pluviophile

Mungkin hujan mampu mengkamuflasekan air matamu, tapi hujan tidak akan pernah mengkamuflasekan tawa diwajahmu._Una JF. Mendung men...