Menunggu


“Kamu tau artinya menunggu?” tatap sepasang mata sayu dibalik cermin buram itu.  Berulang kali ditengah malam dengan tanya yang berujung diam, kelelahan dengan rindu yang bertahun-tahun dipendam.

Yang aku tau aku seperti berada diruang gelap dengan kaki dan tangan terlilit rantai besi, mulut terkunci dengan fikiran yang saling beradu isak, menahan rindu dengan harapan yang aku tau itu “semu”, kataku suatu Ketika.

Aku selalu tau, aku hanya “bayangan” yang akan lenyap ketika pagi datang. Lantas aku tidak punya hak mencaci mentari.

Aku hanya rasa yang terpinggirkan untuk rasa yang lebih menyinarinya.

Entahlah, aku hanya bisa melihatnya dari jauh sembari menikmati secangkir hujan dibawah langit mendung, berkamuflase dengan derasnya dan menampungnya kedalam cangkir kerinduan. 

Lantas, bagaimana denganmu?

Ya, Kau dan aku sama

Maka mari kita bunuh rindu ini sampai ia tau, bahwa kau dan aku, perempuan di dalam cermin ini pernah menunggu untuk memilikinya seutuhnya.

Secangkir Hujan, 2021 

No comments:

Entri yang Diunggulkan

Trio Pluviophile

Mungkin hujan mampu mengkamuflasekan air matamu, tapi hujan tidak akan pernah mengkamuflasekan tawa diwajahmu._Una JF. Mendung men...