JARINGAN KOLENKIM

JARINGAN PENYOKONG
(JARINGAN KOLENKIM)

            Jaringan penyokong (penguat) atau sering juga disebut dengan jaringan mekanik (Mechanical Tissue) adalah jaringan yang memberi kekuatan dan perlindungan terhadap tumbuhan. Jaringan mekanik memberi manfaat yang besar bagi tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di darat. Tumbuh-tumbuhan ini akan mengalami perkembangan menjadi dewasa, dengan batang dan ranting yang besar dan pohon yang tinggi. Dengan keadaan dan pertumbuhan demikian, jaringan penyokong akan dapat memberi kekuatan sehingga akan ada perimbangan dalam pertumbuhannya (Sutrian:176).
            Pada tumbuhan tingkat rendah jaringan mekanik tidak ada, pertumbuhan atau perkembangan hidupnya hanya mengandalkan sel-sel yang berdinding tipis. Dalam hal ini tegangan turgor atau tegangan dinding sel memegang peranan penting. Namun tekanan turgor ini bergantung pada kadar air dalam sel, apabila kandungan air sel berkurang karena tranpirasi tekanan turgornya pun menjadi kurang dan dengan demikian maka sel-selnya menjadi lemah (Sutrian:177).
            Peristiwa kekurangan air yang menyebabkan tumbuhan layu tidak hanya terjadi pada tumbuhan tingkat rendah, tumbuhan tingkat tinggi juga dapat mengalami hal serupa. Hal ini disebabkan oleh tegangan jaringan yang mengecil. Namun pengaruh kekurangan kadar air pada tumbuhan tingkat tinggi dapat diatasi dengan adanya jaringan khusus, yaitu jaringan mekanik (Sutrian:177).
            Jaringan mekanik ini umumnya terdiri dari sel-sel yang berdinding tebal, mengandung lignin dan zat-zat lainnya yang memberi sifat keras pada dinding selnya. Memperhatikan bentuk dan sifat dari jaringan mekanik ini, maka jaringan tersebut dibagi atas : kolenkim (collenchym) dan sklerenkim (sclerenchym), yang keseluruhannya oleh Harberlandt dan Foster disebut stereome (Sutrian:177-178).
 
 Gambar.1.Jaringan Kolenkim


                                      Gambar.2.Jaringan sklerenkim
A.    Jaringan Kolenkim
Kolenkim merupakan jaringan yang berfungsi sebagai penunjang tubuh tummbuhan yang sedang aktif tumbuh. Jaringan ini ialah jaringan yang homogen, yakni tersusun dari  satu  macam sel yaitu sel kolenkim. Kolenkim (collenchyma) berasal dari bahasa Yunani yaitu “colla” yang artinya jernih. Nama ini sangat berkaitan dengan sifat-sifat dari selnya yang mempunyai dinding-dinding sel yang jernih, tampak putih mengkilat, apabila dilihat di bawah mikroskop (Sutrian:179).
Hal ini diperkuat dengan adanya penelitian oleh CONH. CONH menyatakan bahwa dinding sel kolenkim memiliki sekitar 67% kandungan air, dan pada temperatur terlalu tinggi dinding selnya itu tidak dapat mengabsorpsi air, sehingga lamella-lamella selulosa yang terdapat pada dinding sel kolenkim menjadikan dinding sel tersebut mempunyai indeks bias yang cukup besar terhadap cahaya dan oleh sebab itulah jaringan kolenkim ini tampak bersih, jernih, dan mengkilat seperti nakre (dinding sel primer tebal yang terdapat pada unsur-unsur tapis didalam cangkang mutiara) apabila dilihat di bawah mikroskop (Sutrian:181).

  Gambar.3.Jaringan Kolenkim
B.     Ciri-ciri Jaringan Kolenkim
Secara ontogeni, perkembangan kolenkim mirip dengan prokambium dan tampak pada tahap yang sangat awal dari diferensiasi meristem atau dari sel isodiametris meristem dasar. Kolenkim terdiri atas sel hidup yang berbentuk agak memanjang dan biasanya berdinding tebal. Kolenkim berfungsi sebagai jaringan penyokong pada organ muda yang sedang tumbuh, pada tumbuhan herbal (herbaceus), dan bahkan pada organ dewasa. Kolenkim bersifat plastis sehingga dapat meregang secara irreversibel dengan adanya pertumbuhan organ. Kekuatan meregangnya sebanding dengan serabut.
Antara kolenkim dan parenkim memiliki hubungan fisiologi dan morfologi, pada tempat kedua jaringan tersebut berdampingan terdapat bentuk peralihan antara tipe kolenkim dan parenkim. Kolenkim seperti halnya parenkim dapat berisi kloroplas. Kolenkim  yang mirip dengan parenkim berisi banyak kloroplas, sedangkan kolenkim khusus yang terdiri atas sel yang sempit memanjang, hanya sedikit atau tidak mengandung kloroplas sama sekali. Sel kolenkim dapat juga berisi tanin.
Kolenkim dewasa adalah jaringan lentur yang kuat, terdiri atas sel panjang yang tumpang tindih (panjangnya dapat mencapai 2 mm) dengan dinding tebal yang tidak berlignin. Meskipun demikian kolenkim dewasa lebih mudah rusak daripada kolenkim muda. Pada bagian tumbuhan yang tua, kolenkim menjadi keras atau dapat berubah menjadi sklerenkim dengan pembentukan dinding sekunder yang berlignin. Terpusatnya lignin terjadi terutama pada lapisan dinding terluar. Biasanya disimpulkan bahwa kolenkim adalah jaringan penunjang yang muda. Apabila kolenkim terdapat pada organ yang berkanjang (persisten) untuk periode yang lama, kolenkim akan mengalami sklerifikasi. Sklerifikasi merupakan keadaan dimana sel kolenkim menjadi keras atau dapat berubah menjadi sklerenkim dengan pembentukan dinding sekunder yang berlignin. Pada tumbuhan dikotil misalnya, tangkai dan batang Medicago sativa, Eryngium maritimun, Viscum album dan Salvia officinalis kolenkim berubah menjadi sklrenkim.
Menurut Duchaigne (1955), sklerefikasi ini terjadi melalui pembentukan lamela secara sentripetal dan sentrifugal. Selama pertumbuhan lamela, dibentuk lapisan yang kaya selulosa, yang kemudian banyak mengandung lignin. Lamela yang mengandung lignin tampak dengan arah sentrifugal mengelilingi lapisan pertama. Sebagai hasil perkembangan sentrifugal, lamela berlignin yang mengandung senyawa pektoselulosa pada dinding kolenkim tidak tampak. Sering kali sebagian senyawa ada yang masih tertinggal setelah dinding mengalami sklerifikasi. Lamela tambahan berkembang ke arah sentripetal dan lumen sedikit demi sedikit mengecil (Mulyani:144-119).
C.    Letak Jaringan Kolenkim
            Kolenkim dapat ditemukan pada batang, daun, serta pada bagian bunga dan buah. Sedangkan pada akar, jaringan kolenkim ini jarang sekali ditemukan. Hal ini diperkuat oleh GUTTENBERG dan VAN FLEET. Mereka  mengemukakan hasil penelitian bahwa memang benar jaringan kolenkim ini jarang terdapat dalam akar tumbuhan. Akan tetapi sekiranya akar-akar tumbuhan itu menjulang di atas tanah ada kalanya jaringan kolenkim ini terdapat pula dalam akar-akar tumbuhan. Lain pula pendapat FALKENBERG (1970), menurut hasil penelitiannya jaringan kolenkim tidak terdapat pada batang dan daun dari kebanyakan tumbuhan yang tergolong monocotyledoneae, karena pada organ-organ tumbuhan tersebut ternyata telah berkembang  lebih dahulu jaringan mekanik dari macam jaringan sklerenkim.
            Yang benar kolenkim itu memang biasanya terdapat pada batang dan daun yaitu pada bagian perifirnya, tepat dibawah epidermis . Biasanya kolenkim yang terdapat langsung di bawah epidermis seringkali dinding epidermis menebal dengan cara yang sama dengan dinding sel kolenkim. Tetapi terkadang terdapat pula satu atau dua lapisan parenkim diantara  epidermis dan kolenkim.      
Sedangkan pada batang, kolenkim bisa membentuk silinder penuh atau tersusun menjadi berkas yang memanjang sejajar sumbu batang. Pada daun, kolenkim terdapat di kedua sisi tulang daun utama atau pada satu sisi saja, serta terdapat pula sepanjang tepi daun (Mulyani:115).
 
Gambar.4. letak jaringan Kolenkim
D.    Bentuk Jaringan Kolenkim
           Ukuran dan bentuk sel kolenkim beragam. Ada yang berbentuk prisma pendek, mirip sel parenkim, atau panjang seperti serabut dengan ujung meruncing. Sel kolenkim yan terpanjang dijumpai di daerah pusat untaian kolenkim, dan yang terpendek di daerah tepi. Hal ini dapat diterangkan sebagai berikut : untaian kolenkim dibentuk oleh serangkaian sel yang membelah memanjang mulai dari pusat untaian. Setelah pembelahan, sel terus memanjang sehingga sel pusat menjadi yang terpanjang karena yang pertama kali dibentuk dan meningkat sampai panjang maksimum. Selama perkembangan untaian kolenkim ini juga terjadi pembelahan mendatar (horisontal) (Mulyani:115-116).
E.     Struktur dan Susunan Jaringan Kolenkim
            Dinding sel kolenkim terdiri atas lapisan yang berselang seling, kaya akan selulosa dengan sedikit pektin. Air dalam seluruh dinding sel kurang lebih 67%. Roelofsen (1959) menyatakan bahwa di dalam Petasites, dinding sel kolenkim berisi 45% pektin, 35% hemiselulosa, dan 20% selulosa. Dinding sel kolenkim Petasites ini terdiri atas 7-20 lamela yang bergantian/berseling antara lamela yang mengandung banyak seluosa dan lamela yang mengandung sedikit selulosa. Semakin mendekati lumen sel, selulosanya semakin banyak.
            Menurut Czaja (1961), lamela melintang pada penebalan dinding kolenkim pada banyak kebanyakan tumbuhan dapat dideteksi dengan alat mikroskop cahaya terpolarisasi. Chafe (1970) telah mengamati bahwa orientasi mikroserabut selulosa dalam lamela yang berurutan bergantian melintang dan membujur. Selama perkembangan penebalan dinding, terjadi penambahan lapisan mikroserabut mengelilingi seluruh sel sehingga memperluas keliling sel.

F.      Macam-macam Jaringan Kolenkim
Menurut tipe penebalan dindingnya, kolenkim dibedakan menjadi beberapa macam, sebagai berikut:
a)   Kolenkim lamela (lamelar kolenkim) atau kolenkim papan
            Penebalan dinding sel kolenkim ini terjadi pada dinding tangensial sel. Kolenkim lamela terdapat pada korteks batang Sumbucus nigra, Rhamnus, dan tangkai Cochlearia armoracia.
b)    Kolenkim sudut (angular kolenkim)
        Penebalan dinding sel kolenkim ini  terjadi pada sudut-sudut sel. Pada penampang melintangnya, penebalan ini tampak terjadi pada tempat bertemunya tiga sel atau lebih, seperti yang terdapat pada tangkai Rumex, Vitis, Begonia, Coleus, Cucurbita, Morus, Beta, dan pada batang Solanum tuberosum dan Atropa belladonna.
c)    Kolenkim lakuna (lacunar kolenkim)
Penebalan dinding sel kolenkim ini terjadi pada dinding-dinding yang berbatasan dengan ruang antarsel. Kolenkim lakuna terdapat pada tangkai beberapa spesies Compositae, misalnya Salvia, Malva, Athaea,  dan Asclepias dan pada batang Ambrosia.

d)   Kolenkim cincin (anular Kolenkim)
            Istilah kolenkim cincin diberikan oleh Duchaigne (1995) untuk tipe kolenkim yang lumen selnya pada penampang melintang tampak melingkar. Muller (1890) menyebutnya knorpel-collenchyma. Pengamatan terhadap kolenkim cincin dewasa tampak adanya penebalan dinding sel secara terus menerus sehingga lumen sel akan kehilangan bentuk sudutnya.


Gambar.5. Pembagian Jaringan koenkim 
            Mengenai macam-macam kolenkim ini dapat ditambahkan bahwa seorang ahli botani lainnya yaitu MULLER, sesungguhnya ia telah memberikan nama khusus terhadap macam-macam kolenkim, jelasnya untuk :
a.       Kolenkim sudut (angular) yaitu “ Ecken Collenchym “.
b.      Kolenkim papan (lamelar) yaitu “ Platten Collenchym”.
c.       Kolenkim lakuna (lacunate) yaitu “ Lucken Collenchym “.
d.      Kolenkim cincin (anular) yaitu “knorpel-collenchyma”.
G.    Struktur Sehubungan dengan Fungsi           
Kolenkim tampaknya beradaptasi, terutama untuk menyokong batang serta daun yang sedang tumbuh. Dinding sel menebal amat dini ketika pucuk berkembang, namun penebalan itu bersifat plastis dan mampu meluas. Sebab itu, penebalannya tidak menghalangi pemanjangan batang atau daun. Pada perkembangan selanjutnya, kolenkim dapat tetap bertahan sebagai jaringan penyokong (terjadi pada banyak macam daun dan pada batang beberapa tumbuhan basah) jika bagian organ tempat kolenkim berada tidak membentuk sklerenkim.
Dalam bagian tanaman yang sedang berkembang dan terdedah kepada tekanan mekanik (angin, pemberian bobot yang digantungkan pada ranting), maka penebalan dinding terjadi lebih awal serta dinding menjadi lebih tebal dibandingkan dengan bagian tanaman yang tidak terpengaruh tekanan seperti itu.
H.    PENDAPAT AHLI MENGENAI KOLENKIM
            Menurut para ahli, ternyata dengan terbentuknya penebalan-penebalan pada dinding sel kolenkim, cukup memberi kekuatan yang seimbang pada organ-organ tumbuhan, yang masih muda dan yang masih mengadakan pertumbuhan dan perkembangan, sehingga tumbuhan dapat ditetapkan tumbuh dengan baik. Bagi tumbuhan rumput-rumputan dan tumbuhan basah, ternyata jaringan kolenkim itu merupakan jaringan satu-satunya pemberi kekuatan pada organ-organnya bagi kelangsungan pertumbuhannya yang baik (Sutrian:183).
            Selanjutnya menurut Sutrian ada beberapa pendapat para ahli mengenai jaringan kolenkim, yaitu sebagai berikut :
1.      De Bary
            Dengan obyek penelitiannya pada tumbuhan Tilia, Acer dan Aesculus, ia menyatakan bahwa pada tumbuh-tumbuhan tersebut, sel-sel pada jaringan kolenkimnya akan bertambah besar , yang dalam hal ini dinding selnya menjadi menipis . Menurut pendapatnya kenyataan ini adalah karena terjadinya pengurangan kandungan mineral atau dapat pula karena pembentangan dan pengeringan ( “ dehydration “ ) pada dinding selnya . Tidak jarang pula berlangsungnya pengayuan pada jaringan kolenkim , yang menurut pendapatnya kemungkinan sangat berkaitan dengan berlangsungnya penebalan-penebalan sekunder .

2.      Funk dan Went
            Berlangsungnya pengayuan atau penebalan-penebalan zat kayu pada kolenkim, dapat menjadikan perubahan kolenkim tersebut menjadi sklerenkim, terutama pada tumbuh-tumbuhan yang organ-organnya sudah tetap .
3.      Kerr dan Bailey
            Mereka sangat memperhatikan pembentukan dinding sel-sel kolenkim, yang dari hasil penelitiannya mengemukakan beberapa pendapat sehubungan pembentukan dinding sel-sel tersebut , sebagai berikut :
a.       Bahwa dinding sel-sel kolenkim itu sebelumnya sel-selnya mencapai derajat besar dan ukuran yang tetap, akan mengalami penebalan-penebalan .
b.      Penebalan-penebalan tersebut kaya akan zat pectin .
c.       Penebalan-penebalan yang dimaksud itu ternyata dapat mengalami pengurangan kembali atau lenyap, sehingga cenderung menunjukkan tidak terjadi perubahan .
4.      VENNING
            Ia telah mengemukakan pendapatnya, bahwa goyangan-goyangan angin pada tumbuhan yang terjadi secara terus-menerus selama pertumbuhannya, akan sangat berpengaruh dalam hal berlangsungnya pertambahan derajat penebalan pada dinding sel-sel kolenkim. Tentang lenyapnya kembali atau berkurangnya kembali penebalan-penebalan yang telah berlangsung karena munculnya jaringan phellogen atau karena terjadinya kerusakan pada sel-sel kolenkim itu. Dan jaringan tersebut akan melangsungkan penyembuhan kembali atas kerusakan-kerusakan tadi.


DAFTAR PUSTAKA
Mulyani, Sri.2006.Anatomi Tumbuhan.Yogyakarta: Penerbit Kasinus.
Sutrian, Yayan.Anatomi Tumbuhan (Tentang Sel dan Jaringan).Edisi revisi. Jakarta : PT. Rineka Cipta

No comments:

Entri yang Diunggulkan

Trio Pluviophile

Mungkin hujan mampu mengkamuflasekan air matamu, tapi hujan tidak akan pernah mengkamuflasekan tawa diwajahmu._Una JF. Mendung men...