Kutatap senja lekat
Jingganya menghangatkan luka
Begitu syadu dan nyaman di pelupuk
Semburatnya merayu dan mencumbu retina
Sejenak licikku pun berbisik
"ingin kurebut senja dari langit"
Jingganya menghangatkan luka
Begitu syadu dan nyaman di pelupuk
Semburatnya merayu dan mencumbu retina
Sejenak licikku pun berbisik
"ingin kurebut senja dari langit"
Namun langit tetaplah sang pemilik
Senja selalu datang dan langit akan membawanya pergi
Begitu terus berulang-ulang
Hingga egoku semakin berantakan
Dan rindu semakin tak tertahankan
Berharap langit adalah aku
dan senja adalah segalaku
Lalu semesta menamparku dengan keras
Karena picikku begitu dalam
Hingga aku pun tersadar
Berharap Senja terlalu sangat
Adalah hal mustahil yang pernah terlintas
Secangkir Hujan, 19 April 2021
No comments:
Post a Comment