Rinduku tidak pernah berhenti bergejolak.
Dan cangkirku telah penuh sesak
Tumpah ruah dengan imaji tentangmu, hanya tentangmu.
Haruskah kutumpahkan semua hingga tak bersisa?
Kupecakan saja bersama cangkirnya.
Biar senyap lenyap sekejap,
Dan rinduku mati terkapar bersama pecahan yang berserak
Seraya menikmati tawamu di ujung senja ini
No comments:
Post a Comment