Dik, kita tanpa mitsaqan ghalizhan adalah usang yang akan terbuang di akhir senja yang menangkan.
Maka beranjaklah walau berat menahan rindu dan hinaan.
Karna cinta, rayuan dan sentuhan hanyalah semu tanpa ada ikatan yang menjanjikan.
Tidak mengapa menahan pedih berkesendirian.
Karena pulangmu adalah rumah yang sebenarnya.
Karena tibamu adalah datang yang paling dinantikan.
Perihal tersesatmu itu tidaklah mengapa
Sekarang, berjalanlah walaupun gontai
Selama oksigen masih mampu kau hirup
Kamu masih punya peluang berjuang mencari jalan pulang
Tidak mengapa terlambat,
Asal langkahmu sudah kau tetapkan, bismillah kan lah.
Maka IA akan menyabutmu dengan kehangatan..
Indonesia, 19 Juni 2022
@Nauna Jf.
No comments:
Post a Comment