Dan akhirnya daun ini gugur.. Daun yang ribuan hari ku nanti ia menguning dan lekas terbang dibawa angin. Dengan harapan daun yang tersisa segera lenyap bersama akar-akarnya.
Kepadaku yang menyianyiakan hari, bisakah sehari memberi arti kepada nyawa yang gratis ini? Sebelum tiba seluruh daun gugur bersamaan, bukan pada batas waktu alaminya. Sebelum tiba waktu tangisan abadi yang tidak akan ada sesiapapun mampu menyekanya. Sebelum tiba waktu penyesalan yang lebih sesal dari hari ini.
Bisakah aku berhenti mencintai sang fana dan kembali mencintai sang kekal?
Bisakah sehari saja aku menstabilkan hati dan fikiran yang kerab ricuh dengan hal-hal yang tidak berguna.
Bisakah amarah ku bungkam dengan tulus dan ikhlas memaafkan diri.
Sehari saja, menjadi hamba yang menghargai hembusan nafas, detik dan menit yang cuma-cuma ini.
Secangkir Hujan, 17 Maret 2022
No comments:
Post a Comment