HUP HUP HUP!! ^_^ Apakabar kawan-kawan. I am Back with cerpen yang ragada gimanaa gituh. Buat yang suka-suka aja monggo.. Happy Reading guys..!!
FIRST LOVE #1
Bella adalah seorang siswi SMU 3 Harapan Baru dengan rok abu-abu dan ratusan buku-buku yang menumpuk. Setiap hari hanya ada ratusan buku dan segerombolan rumus-rumus yang menjenuhkan. Seperti biasa, saat mentari pagi mengintip lewat celah jeldela kamarnya, menyengati pelopak mata dan menjalari seluruh jaringan sarafnya, Bella tersentak kaget. Jam weker disebelah terpelanting kelantai karena mendapat serangan dadakan.
"aAaaaaaaaaahhhhhhhh.......... aku terlambat lagi!!!," jeritan Bella menggemparkan seisi rumah.
Bella, kamu ini apa-apaan sih? Setiap hari selalu saja buat mama kaget," omel mama saking terkejutnya.
"Mama sih ngak bangunin Bella, kan jadi telat lagi nih".
"Lho kok jadi nyalahin mama, kamu sendiri tuh. Pintu kamar dikunci, dipanggil ga bangun. Trus jam weker baru yang udah mama belikan kemarin kemana?"
"Hehehe.. udah Bella copot baterainya, abis bising sih !!" aku bella tanpa rasa bersalah. "ck ck ck.. yasudah cepatan mandi sana. ntar telat nyalahin mama lagi"
Bella segera melayang menuju pintu kamar mandi dan melakukan segalanya secepat kilat. wuihh, pokoknya heboh deh. "Bella berangkat ya maa. dahhh mama," Bella segera berlalu setelah menandaskan segelas susu dan sepotong roti keju. "eeehh, mau kemana sarapan dulu" panggilan mama menggema sendiri, Bella terus berangkat berkejaran dengan waktu.
"Ngos ngoss ngoss," Bella kelelahan mengendarai sepeda super antiknya. Peluh menetes memudarkan make upnya. Bella menyeka keringatnya sambil mengeluh "uuhh, luntur deh bedak gue".Udah gitu jarak antara rumah dan sekolah butuh waktu duapuluh menitan. Bisa kaliah bayangkan seberapa kecepatan Bella agar bisa sampai dalam waktu tujuh menitan? Sebaiknya jangan mencoba deh! Rambut Bella menjadi bagaikan sarang laba-laba. Sangat sempurna, dengan dua helai daun kering lengkap dengan seekor ulat yang entah bagaimana tiba-tiba menyelinap diatasnya.
Sang ulat tiba-tiba merayap dan melompat tepat di hidung Bella. Bella menjerit kaget. Konsentrasinya menjadi buyar, sepeda yang dikendarainya menjadi oleng. Tanpa diduga sebuah sepeda motor Ninja GL212WiroSableng (wew, sepmornya keren kayanya :P) melesat dihadapannya. Bella mencoba untuk menghindar, tapi...
"BRAAAAAKKK....!!! (anggap aja bunyi sepeda jatoh ya ;)..!!) Sepeda supernya dengan sempurna menabrak tiang listrik. Bella jatuh tersungkur. Pandangan menjadi kabur. Serasa puluhan bahkan ribuan kunang-kunang berputar-putar dikepalanya dan semuanya buram..
************************************************
"Ini dimana ya kok serba putih-putih gini? apa jangan-jangan aku sudah mati?," Bella masih sibuk menerka nerka ketika tiba-tiba pintu terbuka dan muncullah sekelebat bayangan. Yups, sesosok pria berwajah lumayan tampan. "angel..,"desis Bella terbelalak dengan bola mata yang hampir melompat keluar. Tampan sekali, apa ia benar-benar angel, tapi kok ngak ada sayapnya? Dan ini ada jam tangannya segala," pikiran Bella melayang entah kemana.
"Hei. masih hidup ngak?," pria tampan itu membuyarkan lamunan Bella. (Duh malunya bisa-bisa dia pikir Bella udah ngak waras lagi nih).
"Kamu ngak apa-apakan? Maaf ya tadi aku buru-buru jadi ngak liat kamu lagi naik sepeda. kamu ngindarin motor aku jadinya nabrak tiang listrik dan akhirnya pinsan jadi aku langsung bawa kamu ke rumah sakit," mendengar pengakuan pria tersebut secara panjang lebar Bella hanya beroh saja, matanya masih lekat menatap pria itu hingga sebuah suara dengan nada tidak asing terdengar histeris. Itu mama. Kok bisa ada disini juga ya.
"Bella.. Bella,, kamu ngak apa-apa nak? mama khawatir sekali tadi ada yang hubungi mama katanya kamu kecelakaan. Mama hampir kena serangan jantung," suara kehisterisan mamanya Bella cukup menciptakan sebuah frekuensi yang sanga amat dasyat, membuat Bella melongo tidak percaya. Gimana ngak coba, mama yang biasanya kalem bisa menjadi begitu dramatis. Ya itulah orangtua selalu khawatir terjadi apa-apa dengan anaknya.
Oke back to mama Bella. Belum sempat Bella menjawab dia langsung diserbu lagi dengan rentetan pertanyaan oleh mamanya. "gimana kata dokter? lukanya parah ngak? kamu ngak lupa ingatan kan? (Whats??)) ngak lupa sama mama kan?" (hadeuhh)..
"ii iya ma, aku ngak kenapa-napa," jawab Bella bingung mau jawab pertanyaan yang mana duluan. udah gitu jadi kikuk karena ada yang perhatiin. "aduh, mama kok sampe segitunya". Untung si pria tadi ikut angkat bicara. "iya tante, dokter bilang Bella ngak kenapa-kenapa. Cuma luka ringan aja kok. nanti juga udah bole pulang. (lho kok tau nama Bella ya? -_-' yaiyalah orang dia dah denger dari tadi -_-")
"oh syukurlah kalau gitu. Tapi kamu siapa? kawannya Bella? atau jangan-jangan kamu yang nabrak Bella ya?" aduh mama mulai lagi deh.
"iya, maaf tante tadi saya buru-buru ngak liat Bellanya lagi nyebrang". Dan bla bla bla bla si pria terus menjelaskan insiden tersebut dan akhirnya Bella tau kalau yang hubungi mama adalah si pria tampan tadi. Hingga sipria mohon diri dan Bella baru tersadar. Ohh tidakkkkk Bella lupa menanyakan nama dan alamatnya.
BERSAMBUNG....
"Secangkir Hujan"



No comments:
Post a Comment