Siapa sih yang ngak kenal dengan si cantik bunga
pukul delapan.Tanaman yang berasal dari Amerika Latin ini memiliki varietas
dengan panggilan keren Turnera subulata dan Turnera ulmifolia. Di Indonesia
sendiri tanaman ini telah menyebar ke daerah Jawa, Sumatra, Madura, dan
Kalimantan.
Berikut ini klasifikasi bunga pukul delapan:
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Kelas : Angiospermae
Ordo : Malphigiales
Famili : Turneraceae
Genus : Turnera
Spesies : Turnera ulmifolia; Turnera subulata J.E.Smith.
Divisio : Spermatophyta
Kelas : Angiospermae
Ordo : Malphigiales
Famili : Turneraceae
Genus : Turnera
Spesies : Turnera ulmifolia; Turnera subulata J.E.Smith.
Meskipun keduanya kita kenal dengan nama bunga
pukul delapan, Turnera subulata dan Turnera ulmifolia memiliki
beberapa karakteristik yang berbeda. Turnera ulmifolia memiliki
bunga berwarna kuning sedangkan Turnera subulata berwarna putih
dengan daun yang lebih mungil dari Turnera ulmifolia.
Gambar Turnera ulmifolia
Gambar Turnera subulata
Nah, sebagaimana namanya bunga bukul delapan ini
biasanya mekar pada pukul 8 pagi dan layu pada siang hari/sore harinya. Selain
itu bunga pukul 8 ini ngak hanya bermanfaat sebagai pemanis landscap
(ornamental plant) saja
tapi bisa juga sebagai pengendali hama (beneficial plant) dan
tanaman obat (medical plant).
Sebagai beneficial plant tanaman ini dapat
mengendalikan hama,
contohnya seperti hama ulat api (Setothosea asigna) sedangkan
sebagai medical plant dapat menyembuhkan sakit tenggorokan, sakit kepala,
radang hati (hepatitis), bengkak akibat terbentur, rematik, melancarkan aliran
darah, ekzema pada bayi, serta penyakit gangguan pencernaan seperti: perut
kembung, tidak nafsu makan, dan lemah setelah sembuh dari penyakit berat. Hal
ini dikarenakan tanaman ini mengandung zat Saponin, Polifenol, Flavonoid, Beracyanin,
Beranin, dan juga Betanidin.
Penggunaan
sebagai obat adalah dengan cara merebus daun atau akarnya ± 15 gram, kemudian
air rebusannya diminum. Untuk obat luar, akar atau daun dipipis terlebih
dahulu, lalu pipisan tersebut dibalurkan pada bagian yang sakit/ bengkak.
Catatan:
Untuk ibu
hamil dilarang untuk mengkonsumsi rebusan ini karena dikhawatirkan akan
berdampak pada janin.
"Secangkir Hujan"


No comments:
Post a Comment